Sahabat di Lingkup Pekerjaan

"Sahabat-sahabat sejati merupakan
perlindungan yang pasti" - Aristoteles

Dear Amin yang bersahabat,
Di lingkungan pekerjaan, tak jarang
terjadi persaingan. Hubungan
atasan-bawahan yang kurang harmonis.
Padahal sesungguhnya mengembangkan
persahabatan di dalam lingkup
pekerjaan adalah kerangka kerja
menuju sukses. Presiden Abraham
Lincoln pernah mengatakan, jika Anda
ingin membuat seseorang bersedia
membantu Anda, ia harus diyakinkan
bahwa Anda adalah sahabat yang tulus.
Hubungan yang baik membuat Anda
mempengaruhi seseorang. Persahabatan
merupakan hubungan positif yang perlu
Anda kembangkan dalam pekerjaan.
Kesuksesan jangka panjang tidak dapat
dicapai tanpa adanya keterampilan
menjalin hubungan baik dengan banyak
orang. Tanpa hubungan baik, sebagian
besar pencapaian jadi mustahil dan
apa pun yang kita capai jadi terasa
hampa.
Cara menjalin persahabatan sebenarnya
mudah saja, carilah nilai-nilai
kebaikan pada diri seseorang.
Saat datang masalah, sahabat menjadi
pelindung. Jika Anda menghadapi hari
yang buruk, tentu sahabat yang
membuat Anda merasa lebih baik.
Ketika Anda jatuh, sahabat juga yang
membantu Anda bangkit kembali.
Seperti yang dikatakan penasihat
rohani Ratu Victoria, Charles
Kingsley, "Hal yang paling
membahagiakan bagi setiap lelaki atau
perempuan adalah memiliki seorang
sahabat. Seorang pribadi yang dapat
kita percaya sepenuhnya, yang
mengetahui apa yang terbaik dan
terburuk bagi kita, dan tetap
mengasihi kita walaupun kita punya
banyak kesalahan."
Salam hangat dari sahabatmu selalu,
Ahira

amincenter.blogspot.com

Setiap Orang Genius Pernah Jadi Orang Gagal

"Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak
takut gagal. Kegagalan adalah batu
loncatan lain untuk keberhasilan" -
Oprah Winfrey

Dear Amin,
Saat Anda mengalami masa-masa sulit,
memang susah menjaga pola pikir untuk
tetap  positif dan mencegah hati
merasa sebagai seorang pecundang.
Tetapi dengan mengingat lagi
kisah-kisah orang besar, bisa
dipastikan setiap orang yang berhasil
pasti pernah gagal. Tetapi mereka
tidak pernah menganggap dirinya
sebagai orang gagal.
Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu
pencipta musik genius pernah dikritik
oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap
operanya berjudul The Marriage of
Vigaro "terlalu bising" dan
mengandung "terlalu banyak not".
Pelukis Vincent van Gogh yang
lukisannya mencapai rekor tertinggi
dalam nilai penjualan, hanya berhasil
menjual satu lukisan selama seumur
hidupnya.
Mantan presiden Amerika Serikat,
Abraham Lincoln pun punya daftar
panjang kegagalan. Gagal dalam
bisnis, berulang kali juga gagal
terpilih menjadi anggota kongres dan
senat. Hingga pada akhirnya, di tahun
1860 ia terpilih sebagai presiden
ke-16 Amerika Serikat  dan menjadi
salah satu presiden tersukses dalam
sejarah negara itu.
Pada akhirnya, tidak jadi masalah,
kapan dan di mana Anda pernah gagal
atau berapa banyak kesalahan yang
Anda buat. Saat menghadapi semua
kesulitan, penolakan dan kegagalan
itu, tetaplah percaya diri dan
MENOLAK menganggap diri sebagai
orang gagal.

amincenter.blogspot.com

Kendalikan Emosi, Kendalikan Sukses

"Emosi Anda adalah budak dari pikiran
Anda dan Anda adalah budak dari emosi
Anda" - Elizabeth Gilbert

Dear Amin,
Manusia hanya punya dua pilihan
ketika bicara emosi. Mengendalikan
emosi atau justru sebaliknya
dikendalikan olehnya.
Emosi dapat berdampak pada karir
Anda. Seperti yang dialami pegolf
legendaris Bobby Jones. Jones adalah
pegolf dengan kemampuan yang luar
biasa. Ia mulai bermain golf di usia
5 tahun di tahun 1907. Sebelum
berusia 12 tahun, ia telah berhasil
memperoleh angka di bawah par, sebuah
keberhasilan yang tidak dapat dicapai
oleh sebagian besar pemain golf
sepanjang umur hidupnya bermain golf.
Pada usia 14 tahun, ia mendapat
kualifikasi untuk mengikuti kejuaraan
golf amatir Amerika Serikat. Ternyata
Jones tidak berhasil menang dalam
acara itu, karena ia sering
kehilangan kendali emosinya dan tidak
mampu bermain baik. Sampai-sampai ia
dijuluki club thrower atau orang yang
suka melempar tongkat golf. 
Seorang pegolf lebih senior yang
dipanggil Grandpa Bart memberinya
nasihat. "Kau takkan pernah menang
kalau kau tidak dapat mengendalikan
emosimu." Jones menerima nasihat ini
dan mulai belajar mendisiplinkan
emosinya.
Pada usia 21 tahun, Jones mulai
berkembang dan selanjutnya menjadi
pemain golf terbesar dalam sejarah.
Ia pensiun dari golf pada usia 28
tahun setelah memenangi  Grand Slam
golf. Grandpa Bart mengomentarinya,
"Bobby berusia 14 tahun ketika ia
menguasai permainan golf, tetapi baru
pada usia 21 tahun ia mampu menguasai
diri sendiri."
Amin, jangan biarkan karir Anda yang
tengah menanjak rusak hanya gara-gara
emosi. 

amincenter.blogspot.com

Mendisiplinkan Diri Sendiri

"Betapa pun berbakatnya seorang
pemimpin, ia tidak akan mencapai
potensi maksimalnya jika tidak
disiplin" - John C. Maxwell

Dear Amin,
Jalan menuju puncak tidaklah mudah.
Tidak banyak orang yang berhasil
mencapai posisi terbaik dalam sebuah
pekerjaan. Bahkan yang  dianggap
terbaik malah jauh lebih sedikit.
Tak seorang pun bisa meraih prestasi
dan mempertahankannya tanpa disiplin.
Disiplin menempatkan seorang ke
tingkat tertinggi dan membuat
prestasinya bertahan lama.
Untuk mengembangkan gaya hidup
disiplin, salah satu caranya adalah
hilangkan kecenderungan membuat
alasan. Jika Anda selalu punya banyak
alasan mengapa Anda tidak bisa
disiplin, sadarilah bahwa itu
hanyalah suatu pembenaran diri.
Jika sekarang Anda kurang
berdisiplin, mungkin selama ini Anda
terbiasa menikmati makanan pencuci
mulut sebelum memakan nasinya,
menikmati imbalan sebelum
pekerjaannya selesai.
Amin, fokuslah pada hasil akhir.
Setiap kali Anda berkonsentrasi pada
kesulitan pekerjaan, bukan pada
hasil, Anda akan cenderung putus asa.
Jika berkutat pada hal itu terlalu
lama, Anda akan menumbuhkan sifat
mengasihani diri sendiri, bukan
kebiasaan disiplin. Pikirkan
keuntungan dari melakukan pekerjaan
itu, dan kerjakan saja.
Jika Anda tahu Anda berbakat, dan
Anda telah berusaha keras, namun
hanya memperoleh sedikit hasil nyata,
Anda mungkin kurang disiplin.
Perhatikan jadwal Anda minggu lalu,
adakah yang meleset dari
target-target Anda? Jika Anda
menunda-nunda dan berniat
melakukannya nanti, Anda mungkin
perlu membenahi disiplin Anda.


amincenter.blogspot.com

Penolakan Bukan Akhir Segalanya

"Sebuah penolakan adalah tidak lebih
dari sebuah langkah  yang diperlukan
dalam meraih sukses" - Bo Bennet

Dear Amin yang setia dan teguh
hatinya,
Jika Anda sedang menghadapi
penolakan:  lamaran pekerjaan yang
ditolak, cinta yang ditolak, ide yang
ditolak, bacalah dulu kisah singkat
orang-orang di bawah ini. Orang-orang
ini membuktikan, penolakan hanyalah
bagian dari sebuah perjalanan
kesuksesan:


  •   Ide mesin fotokopi Xerox pernah
       ditolak oleh 20 perusahaan. Baru
       setelah 7 tahun penolakan itu, mesin
       fotokopi ini bisa diterima.
  •   Alexander Graham Bell disuruh
       seorang bankir untuk menyingkirkan
      'mainan itu'. Sang bankir menolak
       membeli 'mainan itu' dengan alasan
       tidak membutuhkannya. 'Mainan itu'
       adalah telepon.
  •   Sebanyak 33 penerbit telah menolak
       manuskrip Chicken Soup For The Soul.
       Para editornya percaya, kisah nyata
       pendek yang disusun oleh Jack
       Canfield dan Mark Victor Hansen ini
       tidak menjual. Kini, buku tersebut
       telah terjual lebih dari 100 juta
       kopi di seluruh dunia dan diterbitkan
       dalam 54 bahasa.
  •   Sebuah organisasi yang terdiri dari
       para ahli mengatakan usaha Thomas
       Alfa Edison dalam menciptakan lampu
       listrik sebagai praktik ilmu
       pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada
       gunanya mendapatkan perhatian.   
  •   Ide cerita Star Wars karya George
       Lucas pernah ditolak oleh
       studio-studio film ternama Hollywood
       dan setiap jaringan televisi Amerika
       Serikat. Tetapi kini film tersebut
       tercatat sebagai salah satu film
       terlaris sepanjang masa dengan
       perolehan total sebesar $4.45 miliar.
       Belum lagi penghasilan dari penjualan
       merchandise-nya.
    Amin, temanku yang teguh hatinya,
    penolakan bukanlah akhir segalanya.
    Teruslah melangkah dan berjuang
    dengan keyakinan. 


  • amincenter.blogspot.com